Hari Gizi Nasional (HGN)

  • Jan 25, 2026
  • admindesa

Sejarah Hari Gizi Nasional (HGN) di Indonesia sangat erat kaitannya dengan upaya pemerintah pada masa awal kemerdekaan untuk mengatasi masalah gizi buruk.

Hari Gizi Nasional (kadang disebut juga Hari Gizi dan Makanan Nasional) diperingati setiap tanggal 25 Januari.

Asal Mula Hari Gizi Nasional

Peringatan ini memiliki latar belakang yang fokus pada pentingnya edukasi dan pengkaderan tenaga gizi profesional di Indonesia:

  1. Keprihatinan Menteri Kesehatan (1950):
    • Sejarah dimulai dari keprihatinan Menteri Kesehatan RI saat itu, Dr. J. Leimena, terhadap kondisi gizi masyarakat Indonesia yang memprihatinkan pasca-penjajahan.
    • Untuk mengatasi masalah ini, beliau menunjuk Prof. Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Prof. Poorwo Soedarmo kemudian dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.
  2. Berdirinya Sekolah Gizi (25 Januari 1951):
    • Langkah nyata yang diambil adalah mendirikan Sekolah Djuru Penerang Makanan (SDPM) oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951.
    • Sekolah ini menjadi lembaga resmi pertama yang bertugas mengkader tenaga-tenaga gizi di Indonesia.
  3. Penetapan Hari Peringatan:
    • Berangkat dari tanggal dimulainya pengkaderan tenaga gizi inilah, disepakati bahwa 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional.
    • Peringatan pertama HGN diselenggarakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an dan kemudian menjadi agenda rutin tahunan Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga saat ini.

Tujuan Utama

Tujuan utama HGN adalah:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan kualitas makanan dalam mencapai hidup sehat.
  • Menggalang komitmen dari berbagai pihak (pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat) untuk mengatasi permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting dan gizi kurang.

Singkatnya, 25 Januari adalah hari lahirnya pendidikan gizi resmi di Indonesia, dan itu patut dirayakan (tentu saja dengan menu yang bergizi seimbang!).