Hari Braille

  • Jan 04, 2026
  • admindesa

Hari Braille Sedunia adalah peringatan yang luar biasa penting bagi komunitas tunanetra di seluruh dunia.

Hari Braille Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Januari untuk menghormati dan menyebarkan kesadaran akan pentingnya huruf Braille sebagai alat komunikasi.

Sejarah Hari Braille Sedunia

Sejarah hari peringatan ini bisa dibagi menjadi dua bagian: kisah penemuan huruf Braille itu sendiri dan penetapan hari peringatannya oleh PBB.

1. Asal Usul Penemuan Braille (Awal 1800-an)

  • Sosok Penting: Louis Braille, lahir pada 4 Januari 1809 di Coupvray, Prancis.
  • Kecelakaan: Louis Braille kehilangan penglihatannya sepenuhnya pada usia muda (sekitar 5 tahun) akibat kecelakaan saat bermain dengan alat-alat kerja ayahnya.
  • Inovasi: Ketika bersekolah di Royal Institute for Blind Youth di Paris, Louis Braille terinspirasi oleh kode komunikasi taktil yang digunakan militer Prancis yang disebut "tulisan malam" (night writing), yang menggunakan 12 titik timbul.
  • Penyederhanaan: Pada usia 15 tahun (sekitar tahun 1824), Louis Braille menyempurnakan sistem yang rumit itu menjadi sistem yang jauh lebih efisien hanya dengan menggunakan enam titik timbul per sel. Sistem inilah yang kini dikenal sebagai huruf Braille.
  • Warisan: Sayangnya, Louis Braille meninggal pada tahun 1852 dan tidak sempat menyaksikan penemuannya diakui dan digunakan secara luas di seluruh dunia.

2. Penetapan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

  • Penetapan: Pada November 2018, Majelis Umum PBB mengeluarkan proklamasi yang secara resmi menetapkan 4 Januari sebagai Hari Braille Sedunia (World Braille Day).
  • Tanggal Pilihan: Tanggal 4 Januari dipilih untuk bertepatan dengan hari ulang tahun Louis Braille, sang penemu.
  • Peringatan Pertama: Hari Braille Sedunia pertama kali dirayakan secara resmi oleh PBB pada 4 Januari 2019.

 Tujuan Peringatan

Peringatan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya Braille sebagai sarana komunikasi yang fundamental.
  • Menegaskan hak asasi manusia penyandang tunanetra untuk aksesibilitas dan kemandirian, terutama dalam hal pendidikan, kebebasan berekspresi, dan inklusi sosial.

Sistem Braille adalah bukti nyata bahwa sebuah inovasi sederhana dapat membawa revolusi besar dalam hidup jutaan orang. Siapa sangka, enam titik timbul bisa menjadi jendela dunia bagi yang tak bisa melihat.