Hari Gunung Internasional diperingati secara global setiap tanggal 11 Desember
- Dec 11, 2025
- admindesa
Sejarah dan Latar Belakang
Peringatan Hari Gunung Internasional berawal dari pengakuan global terhadap pentingnya pegunungan bagi kehidupan dan ekosistem di seluruh dunia.
- Awal Kesadaran (1992):
- Pada Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED) di Rio de Janeiro, Brazil, pada tahun 1992, perhatian mulai tertuju pada isu-isu pegunungan.
- Hasil dari konferensi ini adalah dokumen Agenda 21, yang memuat bab khusus berjudul "Mengelola Ekosistem Rapuh: Pembangunan Pegunungan Berkelanjutan" (Bab 13). Ini menjadi dasar bagi langkah-langkah selanjutnya yang diambil PBB.
- Tahun Pegunungan Internasional (2002):
- Melihat pentingnya pegunungan, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan tahun 2002 sebagai Tahun Pegunungan Internasional (International Year of Mountains).
- Tujuan tahun ini adalah meningkatkan kesadaran global tentang peran vital pegunungan dalam menyediakan air tawar, pangan, energi terbarukan, dan keanekaragaman hayati, serta tantangan yang dihadapi oleh komunitas pegunungan (seperti kemiskinan dan dampak perubahan iklim).
- Penetapan Resmi (2003):
- Berangkat dari keberhasilan dan momentum yang tercipta selama Tahun Pegunungan Internasional 2002, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional.
- Penetapan ini dilakukan melalui Resolusi 57/245 pada 20 Desember 2002.
- Perayaan Hari Gunung Internasional pertama kali dilakukan pada 11 Desember 2003.
Tujuan Utama
Peringatan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan Kesadaran: Menyoroti peran gunung yang sangat penting bagi kehidupan, mengingat gunung adalah sumber dari sebagian besar air tawar dunia dan rumah bagi keanekaragaman hayati.
- Mendorong Pembangunan Berkelanjutan: Mempromosikan pengelolaan sumber daya pegunungan yang berkelanjutan.
- Mengatasi Ancaman: Menarik perhatian pada ancaman yang dihadapi oleh ekosistem pegunungan dan masyarakat yang hidup di sana, seperti perubahan iklim, degradasi lahan, dan eksploitasi.
Sejak saat itu, setiap tahun Hari Gunung Internasional dirayakan dengan tema yang berbeda-beda, berfokus pada isu-isu spesifik yang relevan dengan konservasi dan pembangunan pegunungan.