Jepang Bertemu Jawa: Murid SDN Kambeng Kenalan dengan Teknik Batik Shibori, Asah Kreativitas Pola

  • Dec 09, 2025
  • admindesa

Kambeng, – Pembelajaran seni dan budaya di SDN Kambeng semakin kaya melalui kegiatan praktik membuat Batik Shibori. Teknik pewarnaan kain yang berasal dari Jepang ini diadopsi sebagai cara inovatif untuk mengajarkan siswa tentang proses pembuatan batik (ikat celup), melatih kreativitas, dan mengenalkan seni lintas budaya.

Dengan kain putih, karet gelang, tali, dan pewarna tekstil, siswa tampak antusias mengikuti setiap langkah. Proses melipat, mengikat kuat, dan kemudian mencelupkan kain ke dalam larutan warna menjadi momen yang paling ditunggu.

Manfaat Teknis dan Kreatif Batik Shibori

Kegiatan praktik membuat Shibori ini memberikan stimulus penting bagi perkembangan siswa SD:

1. Melatih Motorik Halus dan Ketelitian

Proses mengikat dan melipat kain harus dilakukan dengan sangat kuat dan presisi. Hal ini melatih motorik halus siswa, yang sangat penting untuk keterampilan menulis dan ketelitian dalam tugas-tugas detail. Kesabaran juga teruji saat mereka menunggu kain kering untuk melihat hasil akhir polanya.

2. Eksplorasi Warna dan Pola (Kreativitas Kognitif)

Siswa belajar secara langsung tentang konsep pola (lingkaran, garis, segitiga) yang terbentuk dari lipatan dan ikatan. Mereka juga bereksperimen dengan pencampuran warna, merangsang daya kreativitas dan berpikir kausalitas (sebab-akibat: jika diikat di sini, maka bagian ini tidak akan terkena warna).

3. Apresiasi Seni Budaya

Meskipun Shibori berasal dari Jepang, teknik ikat celup ini memberikan pemahaman dasar tentang cara kerja pewarnaan tradisional seperti Batik di Indonesia. Ini menumbuhkan apresiasi terhadap seni kerajinan tangan dan proses yang panjang di baliknya.

Kepala SDN Kambeng menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan cara efektif untuk menjadikan pelajaran seni menjadi praktik yang menarik. Siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga membawa pulang hasil karya unik yang mereka buat sendiri.