Mayoran : Bukan Tentang Apa yang Dimakan, Tapi Kebersamaan dan Kekeluargaan serta Saling Memiliki

  • Oct 12, 2025
  • admindesa

Kambeng, Adiguna Hastamma -- Bukan sepiring berdua, tapi satu tangkai daun pisang untuk semua.
Bukan tentang rasa, tapi makna dari sebuah proses.
Bukan hanya sekedar kumpul, tapi ini lebih dari keintiman seorang sahabat, ada keluarga yang tercipta dalam kebersamaan yang terjalin.
Istilah "Mangan Ra Mangan, Penting Kumpul" itu akan lebih lengkap jika di perkumpulan itu terjalinnya komunikasi yang baik dan saling mengerti antara yang satu dengan yang lain, sehingga tercipta ide-ide yang terkasang diluar nalar.

Baik kita kembali ke istilah Mayoran, dalam masyarakat Jawa ini merupakan salah satu tradisi Gotong Royong yang mengutkan Hubungan Sosial. Tradisi yang umum dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan masyarakat yang berkumpul untuk makan bersama, biasanya dalam rangka memperingati hari-hari tertentu atau sebagai bentuk gotong royong.

Pemuda-pemuda Dukuh Melikan Desa Kambeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo juga tidak ketinggalan kegiatan malamnya di isi dengan Mayoran. Pemuda yang sering berkumpul dan nongkrong dimalam hari khususnya di daerah Dukuh Melikan Desa Kambeng sering melakukan kegiatan Mayoran, dan mereka selalu merencanakan acara Mayoran secara dadakan dengan menu yang akan dimasak juga dadakan, sehingga disinilah letak keasyikannya.

Inilah beberapa kegiaran dalam Mayoran yang dilakukan pemuda-pemuda Melikan, diantaranya bekerja sama dalam menyiapkan makanan dan tempat acara. Ada yang masak, ada yang mencari tangkai daun pisang untuk alas/piringnya. Lalu semua yang ada di tempat itu ikut makan bersama, menciptakan suasana akrab dan hangat. Makanan yang disajikan sering kali beragam, sesuai selera dan keinginan pada saat itu juga.

Menu makanan yang pernah di buat pemuda-pemuda Melikan untuk kegiatan Mayoran itu sangat beragam, seperti Nasi Goreng, Rica-Rica Mentok, Sayur Ayam, Jagung Bakar, Ketela Bakar, Ikan laut, makanan frozen, dan masih banyak lagi.

Kegiatan Mayoran pemuda-pemuda Melikan ini memiliki manfaat dapat meningkatkan kualitas hubungan antar individu dan komunitas, juga mendorong gotong royong dan kerjasama dalam masyarakat, lalu meningkatkan rasa empati dan saling menghargai.

Dengan demikian, mayoran atau makan bareng bukan hanya sekedar kegiatan makan bersama, tetapi juga merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam dalam membangun dan menguatkan hubungan sosial di masyarakat. (byp)