Sejarah Hari Menanam Pohon Indonesia (28 November)

  • Nov 28, 2025
  • admindesa

1. Latar Belakang Masalah Lingkungan

Pada awal tahun 2000-an, Indonesia menghadapi tantangan lingkungan yang besar, terutama terkait degradasi hutan dan deforestasi (penggundulan hutan) yang masif. Hal ini diperparah dengan ancaman perubahan iklim global yang memerlukan aksi mitigasi konkret.

Pohon dianggap sebagai solusi alami dan paling efektif untuk:

  • Menyerap karbon dioksida.
  • Mencegah erosi dan tanah longsor.
  • Mengatur siklus air.
  • Memulihkan kerusakan sumber daya hutan dan lahan.

2. Awal Gerakan dan Pencanangan

  • 28 November 2007: Ini adalah tanggal penting yang menjadi cikal bakal penetapan hari ini. Dilaksanakan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon secara nasional.
  • Aksi penanaman serentak ini dicanangkan di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

3. Penetapan Resmi (2008)

Kegiatan penanaman serentak tahun 2007 tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengesahan hukum:

  • Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara resmi menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).
  • Tujuan Penetapan: Upaya memasyarakatkan gerakan tanam dan pelihara pohon secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa, serta sebagai momentum strategis untuk mengantisipasi perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan.
  • Bulan Menanam Nasional (BMN): Selain HMPI, Keppres tersebut juga menetapkan bahwa kegiatan menanam pohon serentak ini dilanjutkan selama bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional.

4. Makna dan Dampak

Sejak ditetapkan, 28 November menjadi momentum tahunan di mana pemerintah pusat, daerah, masyarakat, sekolah, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) didorong untuk melakukan aksi nyata penanaman dan pemeliharaan pohon secara masif.

Tujuannya adalah:

  • Pemulihan Ekosistem: Memulihkan kerusakan sumber daya hutan dan lahan.
  • Mitigasi Iklim: Menjadi langkah konkret Indonesia dalam mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.
  • Edukasi Publik: Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pohon bagi kelangsungan hidup.