Sejarah Hari Pohon Nasional (21 November)

  • Nov 21, 2025
  • admindesa

Sejarah Hari Pohon Nasional (21 November)

Hari Pohon Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 21 November. Penetapan hari ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penetapan 21 November memiliki makna historis karena tanggal ini bertepatan dengan dimulainya Musim Penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendorong seluruh komponen masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, untuk serentak melaksanakan kegiatan menanam pohon. Peringatan ini disandingkan dengan Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN) yang berlangsung selama bulan Desember, menegaskan komitmen Indonesia dalam upaya pelestarian lingkungan, rehabilitasi hutan, dan pencegahan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Sejarah Hari Pohon Sedunia (World Tree Day)

Di tingkat internasional, Hari Pohon memiliki sejarah yang jauh lebih tua dan dikenal secara luas sebagai Arbor Day. Konsep Hari Pohon modern pertama kali dicetuskan oleh J. Sterling Morton di Nebraska City, Amerika Serikat, pada 10 April 1872. Morton, seorang pecinta alam dan politisi, mengusulkan sebuah hari khusus bagi masyarakat untuk menanam pohon dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Nebraska, yang saat itu merupakan dataran tandus, berhasil ditanami lebih dari satu juta pohon pada hari peringatan pertama. Kini, meskipun Hari Pohon Sedunia sering dirayakan pada 21 Maret (bertepatan dengan ekuinoks musim semi di belahan bumi utara) atau 21 November (tergantung negara dan kondisi iklimnya), intinya adalah sama: sebuah peringatan universal untuk menghormati peran vital pohon bagi ekosistem, iklim global, dan kehidupan manusia.