Selamat Tahun Baru 2026

  • Jan 01, 2026
  • admindesa

Sejarah penanggalan Masehi yang kita gunakan saat ini adalah kisah panjang tentang upaya perbaikan kalender dari masa Romawi kuno hingga menjadi standar global.

Penanggalan Masehi pada dasarnya merujuk pada Kalender Gregorian, yang merupakan penyempurnaan dari Kalender Julian. Istilah Masehi sendiri (Anno Domini atau AD) merujuk pada tahun yang dihitung sejak kelahiran Yesus Kristus.

Berikut adalah ringkasan evolusi penanggalan Masehi:

 

1. Kalender Julian (45 SM)

  • Pencetus: Julius Caesar, diktator Romawi.
  • Latar Belakang: Sebelum ini, kalender Romawi kacau karena berbasis bulan dan sering memerlukan penambahan hari secara manual.
  • Sistem: Kalender Julian didasarkan pada saran astronom bernama Sosigenes. Kalender ini mengadopsi sistem matahari (syamsiah) dengan panjang satu tahun rata-rata 365,25 hari.
  • Tahun Kabisat: Menambahkan satu hari (29 Februari) setiap 4 tahun sekali.

2. Masalah Akurasi Kalender Julian

  • Meskipun sudah jauh lebih baik, perhitungan 365,25 hari ternyata terlalu panjang (lebih panjang sekitar 11 menit 14 detik dari tahun tropis yang sebenarnya).
  • Seiring berjalannya waktu (sekitar 1.600 tahun), ketidakakuratan ini terakumulasi hingga menyebabkan kalender bergeser sekitar 10 hari dari posisi musim astronomis yang seharusnya. Masalah ini sangat mengganggu penentuan tanggal Paskah yang berbasis musim semi.

3. Reformasi Kalender Gregorian (1582 M)

  • Pencetus: Paus Gregorius XIII (melalui dekret Inter gravissimas).
  • Tujuan: Mengoreksi pergeseran 10 hari dalam Kalender Julian agar tanggal perayaan Paskah kembali tepat sesuai ketentuan Konsili Nicea tahun 325 M.
  • Langkah Radikal: Untuk menghilangkan pergeseran 10 hari, Paus Gregorius XIII secara resmi menghapus 10 hari dari kalender. Di negara-negara Katolik yang pertama kali mengadopsi, hari Kamis, 4 Oktober 1582, langsung diikuti oleh hari Jumat, 15 Oktober 1582.

Penyebaran Global

  • Meskipun langsung diterima di negara-negara Katolik pada tahun 1582, negara-negara Protestan dan Ortodoks baru mengadopsinya secara bertahap dalam kurun waktu berabad-abad karena alasan politik dan agama. Karena dominasi negara-negara Barat dalam perdagangan dan kolonialisme, Kalender Gregorian (Masehi) akhirnya diakui secara luas dan menjadi standar penanggalan sipil internasional.
  • Jadi, saat Anda menandai tanggal di kalender, Anda sedang mengikuti tradisi yang telah diperbaiki Paus pada abad ke-16, berkat saran dari seorang astronom dan kesalahan hitung dari Romawi kuno. Jangan sampai salah hitung, nanti Paskah bisa mundur lagi!