Tedhak Siten: Jejak Awal Kehidupan, Penuh Makna Syukur dan Doa Jawa
- Oct 21, 2025
- admindesa
Tedhak siten adalah upacara adat Jawa yang biasanya dilakukan ketika bayi berusia sekitar 7 bulan atau lebih tepatnya ketika bayi mulai belajar berjalan atau menjelajahi dunia sekitarnya. Upacara ini memiliki makna sebagai bentuk syukur dan doa untuk keselamatan serta kesehatan bayi.
Makna dan Tujuan Tedhak Siten:
- Bersyukur: Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan dan keselamatan bayi.
- Pemberkahan: Memberikan doa dan harapan baik untuk bayi agar tumbuh sehat dan kuat.
- Pengenalan Lingkungan: Sebagai langkah awal bagi bayi untuk mulai mengenal lingkungan sekitarnya.
Rangkaian Acara Tedhak Siten:
- Pembersihan: Proses membersihkan bayi dengan ritual tertentu.
- Pemberian Nama: Pemberian nama pada bayi jika belum dilakukan sebelumnya.
- Pemberian Sesaji: Pemberian sesaji sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan perlindungan.
Simbol-Simbol dalam Tedhak Siten:
- Air Bunga: Melambangkan kesucian dan pembersihan.
- Pakaian Baru: Melambangkan kesucian dan kebahagiaan.
- Sesaji: Melambangkan rasa syukur dan permohonan perlindungan.
Manfaat Tedhak Siten:
- Menguatkan Iman: Meningkatkan rasa syukur dan keimanan keluarga.
- Meningkatkan Kesejahteraan: Mendapatkan keberkahan dan keselamatan bagi bayi.
- Melestarikan Budaya: Melestarikan tradisi dan budaya Jawa.
Tedhak siten adalah momen penting yang penuh makna dalam kehidupan bayi dan keluarga, serta menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa.