Wujudkan Lansia Tangguh, Desa Kambeng Gelar Kegiatan Prolanis Perdana di Tahun 2026

  • Jan 07, 2026
  • admindesa

KAMBENG, SLAHUNG – Hanya berselang sehari setelah penetapan APBDesa 2026, Pemerintah Desa Kambeng kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Kambeng, telah dilaksanakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk periode bulan Januari.

Kegiatan rutin bulanan ini ditujukan bagi warga desa yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan hipertensi, guna menjaga kualitas hidup mereka agar tetap produktif dan sehat.

Rangkaian Kegiatan Kesehatan

Sejak pagi hari, puluhan warga lanjut usia (lansia) dan peserta BPJS Kesehatan tampak antusias mengikuti tahapan kegiatan yang dipandu oleh tim medis dari Puskesmas Slahung:

  • Senam Prolanis: Mengawali kegiatan dengan senam ringan untuk menjaga kelenturan fisik dan kebugaran jantung.
  • Pemeriksaan Kesehatan: Meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, serta pengecekan kadar gula darah dan kolesterol.
  • Edukasi & Konsultasi: Pemberian materi kesehatan mengenai pola makan sehat dan manajemen stres bagi penderita penyakit kronis.
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Pembagian nutrisi tambahan yang sehat bagi para peserta.

Sinergi Pelayanan Desa

Kepala Desa Kambeng menyampaikan bahwa kesehatan warga merupakan salah satu prioritas dalam perencanaan desa yang baru saja dibahas dalam Musyawarah Desa kemarin.

"Setelah kemarin kita fokus pada administrasi APBDesa, hari ini kita langsung tancap gas di lapangan melalui layanan kesehatan. Kami ingin memastikan warga Kambeng, terutama para orang tua kita, mendapatkan akses kesehatan yang dekat dan mudah dijangkau," ungkapnya di sela-sela acara.

Kegiatan Prolanis ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pemeriksaan medis, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga untuk saling berbagi semangat dalam menjalani pola hidup sehat. Dengan adanya pemantauan rutin ini, diharapkan risiko komplikasi penyakit kronis di tingkat desa dapat ditekan secara signifikan.